Tampilkan postingan dengan label Tugu Bandung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugu Bandung. Tampilkan semua postingan
Suka Cita di Tanah Berstatus Quo
Sangat asyik memang ketika kumpul bareng dan menikmati kebersamaan dan kekompakkan keluarga, saung yang seluruh materialnya berasal dari bambu dan berlokasi di tengah-tengah sawah ini dilengkapi dengan fasilitas air bersih, tungku dan tempat duduk yang lumayan nyaman. Sambil menunggu nasi liweut matang, seorang kakek mulai bercerita kepada anak dan cucu-cucu nya. Beliau menceritakan sejarah sawah yang dia kelola sekarang, " sebelum diambil alih oleh PT Intan Hepta (perusahaan yang menanam cengkeh waktu itu) sawah ini di miliki dan dikelola ayah kakek tuturnya".
Sawah tersebut memang sebagian kecil dari luasan lahan yang dikelola oleh masyarakat desa Cipeuteuy, Cihamerang, Tugu Bandung dan Kabandungan. Tanah seluas 583 ha yang dikelola oleh PT. Intan Hepta semenjak tahun 1975 berdasarkan izin HGU (Hak Guna Usaha) dari pemerintah, HGU tersebut berlaku sampai dengan tahun 2001. Sebelum masa aktif HGU habis, tepatnya tahun 1995 PT Intan Hepta mengalami kerugaian dan tidak bisa mengelola lagi perkebunan, pohon cengkeh yang ada di tebang habis dan perkebunan tersebut ditinggalkan. Karena tidak ada yang mengelola, tanah eks perkebunan ini menjadi terlantar dan hanya ditumbuhi oleh semak belukar, pada masa itu masyarakat yang berada di sekitar perkebunan kehilangan pekerjaan dan mulai timbul masalah dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Sawah tersebut memang sebagian kecil dari luasan lahan yang dikelola oleh masyarakat desa Cipeuteuy, Cihamerang, Tugu Bandung dan Kabandungan. Tanah seluas 583 ha yang dikelola oleh PT. Intan Hepta semenjak tahun 1975 berdasarkan izin HGU (Hak Guna Usaha) dari pemerintah, HGU tersebut berlaku sampai dengan tahun 2001. Sebelum masa aktif HGU habis, tepatnya tahun 1995 PT Intan Hepta mengalami kerugaian dan tidak bisa mengelola lagi perkebunan, pohon cengkeh yang ada di tebang habis dan perkebunan tersebut ditinggalkan. Karena tidak ada yang mengelola, tanah eks perkebunan ini menjadi terlantar dan hanya ditumbuhi oleh semak belukar, pada masa itu masyarakat yang berada di sekitar perkebunan kehilangan pekerjaan dan mulai timbul masalah dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Langganan:
Postingan (RSS)



