• Seren Taun

    Persiapan pesta selalu di warnai dengan semangat kebersamaan dan kepatuhan terhadap adat istiadat yang mereka yakini, semangat tersebut yang membuat setiap pengunjung merasa betah untuk tinggal. Bayangkan saja, selama pesta pengunjung bebas untuk bertamu dan menginap di rumah warga, di rumah tersebut selalu tersaji makanan, berapa kali dan berapa banyak pun yang kita makan tidak jadi masalah, dan yang menarik semua itu tersedia dengan gratisss.....

  • Wisata Tropis

    That night, we enjoyed a home stay in Bapa Sanukuli and Ibu Sariana house, They were living in a traditional house with a furnace and they served us fried bananas, potatoes and sticky rice, eating these nice food with drinking hot tea, I felt like I was at home. Next morning, I got up with the calls of goats in the backyard, after we warmed up our bodies with coffee served by Ibu Sariana, we ate breakfast (nasi goreng) at the common space and.....

  • Air Terjun

    Keindahan air terjun merupakan salah satu daya tarik yang banyak diminati wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Pada umumnya air terjun terbentuk karena terjadinya patahan kulit bumi sehingga aliran air terpotong membentuk loncatan air sesuai prinsip aliran air dari ketinggian ke tempat yang lebih rendah. TNGH mempunyai banyak air terjun.....

  • Bird Watching

    Wendy adalah salah satu WISMAN asal Negara Kincir Angin yang datang ke Taman Nasional Gunung Halimun Salak (tepatnya bermalam di Kampung Citalahab), menggunakan fasilitas homestay, menikmati menu local yang disiapkan pengelola homestay yang sangat sederhana namun tak mengalahkan hidangan hotel bintang5 (Pengakuannya) Wendy dan family datang ke TNGHS hanya untuk melihat beberapa spesies burung endemic di pulau Jawa yang ada di Halimun (Luntur Gunung dan Elang Jawa).....

Tampilkan postingan dengan label Ciptagelar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ciptagelar. Tampilkan semua postingan

Seren Taun ke-644 Kasepuhan Ciptagelar

Maaf sebelumnya jika pemberitahuan ini terlambat ...
Namun walau terlambat, tentu masih lebih baik daripada tidak ada sama sekali.

Para pembaca yang budiman.  Sebagai pengelola blog ini, dari kawasan Pegunungan Halimun di selatan Jawa Barat, kami ingin mengabarkan bahwa mulai besok Kasepuhan Adat Ciptagelar akan menggelar acara akbar Seren Taun.  Acara ini akan berlangsung pada tanggal 31 Agustus hingga 2 September 2012.  Puncak acara akan dilakukan di Ciptagelar (dahulu dikenal dengan nama Cicemet), Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

Seren Taun adalah sebuah ritual adat yang terkait dengan upaya mensyukuri hasil pertanian, terutama padi.  Terdapat sejumlah ritual adat yang dilakukan sebelum diselenggarakannya Seren Taun, yaitu Turut Nyambut, Ngaseuk, Mipit, dan Nganyaran.  Dengan demikian ritual Seren Taun dianggap sebagai ritual terakhir dalam satu tahun kegiatan pertanian.  Mungkin bisa juga disebut sebagai puncak ritual adat untuk padi.

Padi ditanam secara organik di sawah dan di ladang (huma).  Ia ditanam selama setahun sekali.  Begitu dihormatinya padi, bahkan ia hanya boleh dipanen dengan menggunakan ketam (ani-ani), tidak boleh dimasak dengan rice-cooker atau magic jar, serta tidak boleh diperjual-belikan.


Dalam acara Seren Taun, biasanya akan ditampilkan beragam jenis kesenian adat Sunda, seperti Jipeng, Wayang Golek, Dogdog Lojor, Pencak Silat, dan lain-lain.

Naahh ... tunggu apa lagi, jika Anda sempat silakan berkunjung ke Kasepuhan Adat Ciptagelar.  Diperkirakan acara Seren Taun ini akan dihadiri oleh ribuan orang.  Tentu saja acara ini akan sangat meriah ...

informasi lain mengenai Seren Taun ini dapat dilihat juga di sini atau pada laman facebook ini

Kasepuhan Adat Ciptagelar


Kasepuhan adat Ciptagelar adalah satu kampung adat yang masuk dalam Kesatuan Adat Banten Kidul, kasepuhan adat ciptagelar masih memegang kuat adat dan tradisi yang diturunkan sejak 640 tahun yang lalu. Kasepuhan ini dipimpin oleh seorang Abah yang diangkat berdasarkan keturunan, sampai saat ini kasepuhan adat Ciptagelar sedang dipimpin oleh Abah yang ke sebelas sejak tercatatnya kasepuhan ini dari tahun 1368.

Kasepuhan adat Ciptagelar berdiri di Bogor 640 tahun yang lalu. Tempat tinggal kasepuhan selalu berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain, pindahnya tempat tinggal ini dikarenakan datangnya wangsit dari leluhur kepada abah. Pada akhir tahun 2000 Abah Anom (alm. Encup Sucipta) sebagai pemimpin kasepuhan pada saat itu menerima wangsit (perintah) dari leluhur untuk pindah dari Kampung Ciptarasa ke Kampung Ciptagelar. Ciptagelar artinya terbuka atau pasrah menerima perpindahan tersebut. Wangsit ini diterima oleh alm. Abah Anom setelah melalui proses ritual beliau yang hasilnya tidak boleh tidak, mesti dilakukan. Oleh karena itu perpindahan kampung adat merupakan kesetiaan dan kepatuhan kepada para leluhur.

Secara administratif, kampung Ciptagelar berada di wilayah dusun Sukamulya, desa Sirnaresmi, kecamatan Cisolok, kabupaten Sukabumi. Jarak kampung Ciptagelar dari desa Sirnaresmi 14 km, dari kota kecamatan 27 km, dari pusat pemerintahan kabupaten Sukabumi 103 km dan dari Bandung 203 km ke arah barat. Kampung Ciptagelar berada pada posisi koodinat S 6°47'10,4" pada saat ini kasepuhan Ciptagelar dihuni oleh 293 orang yang terdiri dari 84 kepala keluarga yakni 151 orang laki-laki dan 142 orang perempuan (data tahun 2008).

Perjalanan ke Kampung Ciptagelar

Bagi sebagian orang nama Ciptagelar mungkin bukan nama yang asing didengar, kampung ini terkenal dengan tradisi dan budaya sunda. Ciptagelar terletak di selatan daerah pegunungan Taman Nasional Gunung Halimun - Salak (TNGHS), tepatnya berada diwilayah desa Sirnaresmi kecamatan Cisolok kabupaten Sukabumi.

Banyak jalur/rute menuju kampung kasepuhan Ciptagelar, diantaranya rute dari kampung wisata Citalahab, rute ini sangat cocok untuk yang mempunyai minat khusus seperti hiking/tracking. Pintu masuk yang lainnya adalah melalui rute kampung Cipeuteuy dan Cihamerang, rute ini biasa digunakan oleh masyarakat sekitar untuk masuk dan keluar kampung dengan berjalan kaki, bagi yang suka berpetualang dengan motocross jalur ini sering menjadi pilihan. Kali ini saya berkunjung bersama saudara saya di Telapak melalui jalur Pelabuhan Ratu tepatnya Sukawayana, jalur ini bisa dilalui kendaraan roda empat, karena jalannya berbatu (belum di aspalt) dan terdapat tanjakan dan turunan yang curam, demi kenyamanan jalur ini disarankan dengan menggunakan kendaraan 4WD (four wheel drive). Pintu masuk yang lainnya terdapat di kampung Cicadas atau Desa Sirnaresmi, jalur ini relativ landai sehingga masih bisa dilalui dengan kendaraan biasa.

Kunjungan kami kali dimaksudkan untuk silaturahmi dengan pemimpin adat kasepuhan Ciptagelar, selain itu kami bermaksud untuk berkunjung dan bertemu dengan saudara kami yang bernama Yoyon dan Ressa yang baru-baru ini resmi menjadi warga Ciptagelar.

Ditengah perjalanan mobil yang kami gunakan bermasalah/mogok, saat itu hujan turun sangat deras, mulanya kami hanya duduk santai dan berbincang karena kami pikir mungkin mesinnya kena air saja, jadi tinggal tunggu kering. Setelah dirasa kering mas Ruwi (Ambrosius Ruwindijarto) yang kebetulan pada saat itu jadi komandan perjalanan mulai menstarter zzzszszszzssss...... beberapa kali dicoba tapi tidak bisa hidup, kami mulai panik dan spontan mas Daru (Hendaru Jumantoro) mulai

 
Copyright © Kampung Halimun. Original Concept and Design by My Blogger Themes | Tested by Blogger Templates | Best Credit Cards