Bagi sebagian orang nama Ciptagelar mungkin bukan nama yang asing didengar, kampung ini terkenal dengan tradisi dan budaya sunda. Ciptagelar terletak di selatan daerah pegunungan Taman Nasional Gunung Halimun - Salak (TNGHS), tepatnya berada diwilayah desa Sirnaresmi kecamatan Cisolok kabupaten Sukabumi.
Banyak jalur/rute menuju kampung kasepuhan Ciptagelar, diantaranya rute dari kampung wisata Citalahab, rute ini sangat cocok untuk yang mempunyai minat khusus seperti hiking/tracking. Pintu masuk yang lainnya adalah melalui rute kampung Cipeuteuy dan Cihamerang, rute ini biasa digunakan oleh masyarakat sekitar untuk masuk dan keluar kampung dengan berjalan kaki, bagi yang suka berpetualang dengan motocross jalur ini sering menjadi pilihan. Kali ini saya berkunjung bersama saudara saya di Telapak melalui jalur Pelabuhan Ratu tepatnya Sukawayana, jalur ini bisa dilalui kendaraan roda empat, karena jalannya berbatu (belum di aspalt) dan terdapat tanjakan dan turunan yang curam, demi kenyamanan jalur ini disarankan dengan menggunakan kendaraan 4WD (four wheel drive). Pintu masuk yang lainnya terdapat di kampung Cicadas atau Desa Sirnaresmi, jalur ini relativ landai sehingga masih bisa dilalui dengan kendaraan biasa.Kunjungan kami kali dimaksudkan untuk silaturahmi dengan pemimpin adat kasepuhan Ciptagelar, selain itu kami bermaksud untuk berkunjung dan bertemu dengan saudara kami yang bernama Yoyon dan Ressa yang baru-baru ini resmi menjadi warga Ciptagelar.
Ditengah perjalanan mobil yang kami gunakan bermasalah/mogok, saat itu hujan turun sangat deras, mulanya kami hanya duduk santai dan berbincang karena kami pikir mungkin mesinnya kena air saja, jadi tinggal tunggu kering. Setelah dirasa kering mas Ruwi (Ambrosius Ruwindijarto) yang kebetulan pada saat itu jadi komandan perjalanan mulai menstarter zzzszszszzssss...... beberapa kali dicoba tapi tidak bisa hidup, kami mulai panik dan spontan mas Daru (Hendaru Jumantoro) mulai
Perjalanan ke Kampung Ciptagelar
Anak Nongkrong Terminal, Susuri Sungai
"Gaul Men" ungkapan yang biasa mereka tujukan pada pencela atau yang dianggap beda dengan biasanya...... Anak muda ini biasa nongkrong di terminal cipeuteuy, bukan sekedar nongkrong, mereka siap mengantar orang/penumpang kemanapun dengan motor modifikasi yang diparkir di terminal tersebut. Biasanya anak muda ini menggelar acara kumpul bareng setiap malam minggu, salah satu tempat yang sering mereka kunjungi adalah bengkel yang dimiliki oleh orang tua dari salah satu anggota mereka. Bengkel tersebut berada di belakang terminal, tempat alternativ yang strategis tutur Dede Ipan (pecinta motor) untuk ngotak-ngatik motor dan yang pasti bisa pakai peralatan bengkel dengan biaya murah.
Berbeda kali ini, biasanya anak nongkrong ini mengendarai motor kemanapun, kali ini mereka terpaksa jalan kaki bahkan nyemplung/nyebur ke dalam aliran sungai Citarik. Citarik merupakan sungai yang bersumber dari Taman Nasional Gunung Halimun-Salak (TNGHS) dan kemudian melintasi: Kampung Pameungpeuk desa Cihamerang, kampung Batu Binang dusun Leuwiwaluh dan kampung Sukagalih, Dusun Pandan Arum (Citamiang) desa Cipeuteuy, Tugubandung, Cipanas, Gunung Malang,Citarik, Jl. Cikidang (crossing), Sampora, Gunung Gedogan, Buniwangi, Cikadu, Jl. Raya Pelabuhan Ratu (crossing), Cimandiri, Jl. Raya Cigadog (crossing), Cidadap dan berakhir di Laut Selatan.


